Senin, Maret 12, 2018

"Pemimpin Baru,Gerakan Baru,RTK ke-V PMII IAI NGAWI"











Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat IAI Ngawi menggelar Rapat Tahunan Komisariat (RTK) ke V yang diselenggarakan di kampus IAI Ngawi,jl.Soekarno Hatta No.99, Ngawi. (Minggu,11/03/2018).<>

Kegiatan RTK ini  dimaksudkan untuk memilih kepengurusan baru yang ada ditubuh Pengurus Komisariat PMII IAII Ngawi masa khidmat 2018-2019.Selain sudah menjadi Program Tahunan, kegiatan RTK ini dimaksudkan untuk proses pembelajaran untuk semua anggota dan kader terkait substansi estafet kepemimpinan menjelang tahun akademik baru IAI Ngawi.

“Substansi dari RTK ini dimaksudkan sebagai sarana pembelajaran untuk semua anggota  PMII IAI Ngawi terkait sudah aktifnya tahun akademik baru. Jadi pergantian kepemimpinan baru di tubuh komisariat ini harus segera dilakukan. Mengingat, banyak diantara mahasiswa baru yang sudah menyatakan siap untuk menjadi anggota PMII,” .

Kegiatan yang bertemakan “MEMPERTAJAM PERGERAKAN MELALUI JEJAK HISTORIS” ini dihadiri oleh puluhan anggota dan kader dan sejumlah pengurus Komisariat se Kabupaten Ngawi, serta dihadiri oleh sejumlah Alumni PMII Cabang Ngawi, dan dibuka langsung oleh Ketua PMII Cabang Ngawi,Alifin.
“Kader PMII Ngawi harus bisa menjadi kader yang berwawasan luas,progesif,dan ijtihadis,serta mampu menjadi kader yang produktif untuk melahirkan ide-ide kreatif guna kemajuan Indonesia”.ujar sahabat Alifin.
Sebelum kegiatan RTK di laksanakan,PMII komisariat IAI Ngawi juga mengadakan orasi budaya dengan pembicara ketua IKA-PMII sekaligus ketua MABINCAB PMII Ngawi,Bapak Miftakhul Huda.

Dalam forum RTK ini, sahabat Nurman Febri terpilih sebagai Ketua Komisariat PMII IAI Ngawi masa khidmat 2018/2019 yang unggul dari sahabat Nahnu Roziqun dalam perhitungan suara.
Semoga dengan terpilihnya pemimpin yang baru,komisariat IAI Ngawi bisa menjadi komisariat yang bukan hanya unggul dalam kuantitas anggota,akan tetapi juga unggul dalam kualitas anggota, dan semoga komisariat IAI Ngawi kedepannya bisa melahirkan anggota-anggota yang berkualitas,produktif,dan berwawasan luas sehingga mampu menjadi ujung tombak generasi emas INDONESIA dalam menghadapi era milineal ini.(nawa.19/3/18)

Kamis, Maret 01, 2018

IMPLEMENTASI TRILOGI PMII SEBAGAI POLA GERAK KADER MUJAHIDIN



" IMPLEMENTASI TRILOGI PMII SEBAGAI POLA GERAK KADER MUJAHIDIN"







Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia mempunya beberapa pedoman dalam kesehariannya sebagai Organisasi. Diantaranya produk yang sering dirujuk oleh kebanyakan kader PMII adalah Buku Konstitusi (AD/ART dan PO), Buku Kaderisasi, Manhajul Fikr, Nilai Dasar Pergerakan (NDP), dll. Bahkan di usia PMII yang saat ini sudah 57 tahun lebih, perkembangan produk-produk PMII pun bisa dikatakan sudah menjamah ke tiap-tiap basis Komisariat dan Rayon. Hal itu yang kemudian bisa menjadi representasi kemandirian Kader untuk terus menghasilkan karyanya sebagai konsumsi khalayak banyak.
Namun, ada beberapa hal yang saat ini perlu adanya kesepahaman dan rekontruksi ulang pola pikir serta pola gerak Kader PMII. Yakni, peninjauan kembali atau yang bisa disebut dengan menengok kembali produk terdahulu PMII. Dalam hal ini, kami mengambil Trilogi PMII.
Di kedewasaan PMII saat ini, juga mempengaruhi kedewasaan pemikiran dan gerak Kadernya. Dalam arti, semakin menua PMII maka akan semakin banyak Kader yang tak ingat akan sejarah atau hal-hal terdahulu PMII. Adanya Trilogi PMII terinspirasi dari sifat-sifat PMII (keagamaan, kemahasiswaaan, kebangsaan, kemasyarakatan independen dan professional) dan memiliki tujuan terbentuknya pribadi muslim Indonesia yang bertakwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap, dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya, serta komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia. Dengan isi daripada Trilogi PMII itu sendiri adalah Tri Khidmat, Tri Komitmen, Tri Motto yang dari masing-masing itu masih terbagi atas tiga inti daripada kesemuanya.
Tri Motto yang memiliki klasifikasi Dzikir, Fikir, Amal Sholeh adalah hal pertama yang harus ditancapkan betul-betul pada tiap Kader PMII. Sebagaimana Dzikir memiliki esensi bahwa setiap insan harus dan selalu mengingat akan keberadaan Allah SWT sebagai Sang Khaliq. Fikir adalah sebuah istilah dimana setiap insan dikatakan ada apabila bisa dan mampu untuk berfikir sebagai esensi dari keberadaan manusia itu sendiri. Amal Sholeh merupakan titik dimana kebanyakan Kader mengasumsikannya sebagai sebuah hasil  maksimal dari tiap proses yang dilalui.
Tri Komitmen diklafisikasikan menjadi Kejujuran, Kebenaran, Keadilan yang ketiganya memiliki kesinambungan satu sama lain secara berurutan. Kejujuran disini merupakan suatu nilai mutlak yang harus dijadikan pedoman untuk tiap-tiap Kader dalam berkehidupan, yang kemudian akan tercapainya kepada suatu Kebenaran mutlak untuk menjadi pola pikir yang haru di implementasikan masing-masing Kader. Keadilan adalah suatu wujud akhir dari Tri Komitmen yang kemudian menjadi pemahaman bersama bahwa sebuah Keadilan harus benar-benar ditegakkan oleh tiap-tiap Kader PMII.
Tri Khidmat yang menjadi kesempurnaan Trilogi PMII ini juga diklasifikasikan menjadi Taqwa, Intelektual, Profesional adalah sebuah perwujudan dimana di Tri Khidmat ini tiap Kader PMII harus benar-benar paham siapa, apa, dan bagaimana diri mereka dengan melihat kondisi kekinian yang ada. Taqwa ini merupakan suatu hal yang sudah sangat jelas dipahami oleh tiap-tiap Kader PMII yang mana hal ini telah termaktub dalam tujuan PMII itu sendiri, untuk kemudian Kader memahami akan nilai kataqwaan pada masing-masing individu. Intelektual adalah sebuah istilah dimana keharusan akan kapasitas dan kompetensi intelektual Kader harus berdaya dan benar-benar difungsikan, baik sesuai disiplin ilmu yang dibidangi atau yang lainnya untuk kemudian dapat menjawab dinamika organisasi dan hal kemasyarakatan yang ada. Profesional juga suatu hal yang harus dipahami oleh tiap Kader PMII, dalam arti profesionalitas lah yang nantinya akan membangun konstruk sosial yang baik untuk lokus sektoral maupun global.
Dalam semua poin Trilogi PMII tersebut sudah sangat jelas bahwa, hal tersebut merupakan sesuatu yang fundamental bagi pola gerak dan pemikiran yang mana pada saat ini telah terindikasi adanya pereduksian pola pikir dan gerak Kader secara substansial maupun esensial.
Untuk maksud tersebut, maka segenap pengurus pergerakan mahasisiwa islam Indonesia Komisariat Institut Agama Islam (IAI) Ngawi Cabang Ngawi, mengadakan pelatihan yang dibungkus dalam Pelatihan Kader Dasar (PKD).Pelatihan ini  diadakan selama tiga hari dan di laksanakan di kampus IAI Ngawi jl.ir.Soekarno no.99 Ngawi.
Peserta yang mengikuti PKD ini bukan hanya berasal dari lokal ngawi saja,akan tetapi juga ada sebagian pesarta yang berasal dari luar ngawi,seperti tulungagung,trenggalek,solo,pacitan dsb.Jumlah peserta yang mengikuti PKD sekitar 40 orang.(jol/2/3/2018)