" IMPLEMENTASI TRILOGI PMII SEBAGAI POLA GERAK KADER MUJAHIDIN"
Seperti yang kita ketahui
bersama, bahwa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia mempunya beberapa pedoman
dalam kesehariannya sebagai Organisasi. Diantaranya produk yang sering dirujuk
oleh kebanyakan kader PMII adalah Buku Konstitusi (AD/ART dan PO), Buku
Kaderisasi, Manhajul Fikr, Nilai Dasar Pergerakan (NDP), dll. Bahkan di usia
PMII yang saat ini sudah 57 tahun lebih, perkembangan produk-produk PMII pun
bisa dikatakan sudah menjamah ke tiap-tiap basis Komisariat dan Rayon. Hal itu
yang kemudian bisa menjadi representasi kemandirian Kader untuk terus
menghasilkan karyanya sebagai konsumsi khalayak banyak.
Namun, ada beberapa hal
yang saat ini perlu adanya kesepahaman dan rekontruksi ulang pola pikir serta
pola gerak Kader PMII. Yakni, peninjauan kembali atau yang bisa disebut dengan
menengok kembali produk terdahulu PMII. Dalam hal ini, kami mengambil Trilogi
PMII.
Di kedewasaan PMII saat
ini, juga mempengaruhi kedewasaan pemikiran dan gerak Kadernya. Dalam arti,
semakin menua PMII maka akan semakin banyak Kader yang tak ingat akan sejarah
atau hal-hal terdahulu PMII. Adanya Trilogi PMII terinspirasi dari sifat-sifat
PMII (keagamaan, kemahasiswaaan, kebangsaan, kemasyarakatan independen dan
professional) dan memiliki tujuan terbentuknya pribadi muslim Indonesia yang
bertakwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap, dan bertanggung jawab
dalam mengamalkan ilmunya, serta komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan
Indonesia. Dengan isi daripada Trilogi PMII itu sendiri adalah Tri Khidmat, Tri Komitmen, Tri Motto yang dari
masing-masing itu masih terbagi atas tiga inti daripada kesemuanya.
Tri Motto yang memiliki klasifikasi Dzikir, Fikir, Amal
Sholeh adalah hal pertama yang harus ditancapkan betul-betul pada tiap Kader
PMII. Sebagaimana Dzikir memiliki esensi bahwa setiap insan harus dan selalu
mengingat akan keberadaan Allah SWT sebagai Sang Khaliq. Fikir adalah sebuah
istilah dimana setiap insan dikatakan ada apabila bisa dan mampu untuk berfikir
sebagai esensi dari keberadaan manusia itu sendiri. Amal Sholeh merupakan titik
dimana kebanyakan Kader mengasumsikannya sebagai sebuah hasil maksimal
dari tiap proses yang dilalui.
Tri Komitmen diklafisikasikan menjadi Kejujuran, Kebenaran,
Keadilan yang ketiganya memiliki kesinambungan satu sama lain secara berurutan.
Kejujuran disini merupakan suatu nilai mutlak yang harus dijadikan pedoman
untuk tiap-tiap Kader dalam berkehidupan, yang kemudian akan tercapainya kepada
suatu Kebenaran mutlak untuk menjadi pola pikir yang haru di implementasikan
masing-masing Kader. Keadilan adalah suatu wujud akhir dari Tri Komitmen yang
kemudian menjadi pemahaman bersama bahwa sebuah Keadilan harus benar-benar
ditegakkan oleh tiap-tiap Kader PMII.
Tri Khidmat yang menjadi kesempurnaan Trilogi PMII ini juga
diklasifikasikan menjadi Taqwa, Intelektual, Profesional adalah sebuah
perwujudan dimana di Tri Khidmat ini tiap Kader PMII harus benar-benar paham
siapa, apa, dan bagaimana diri mereka dengan melihat kondisi kekinian yang ada.
Taqwa ini merupakan suatu hal yang sudah sangat jelas dipahami oleh tiap-tiap
Kader PMII yang mana hal ini telah termaktub dalam tujuan PMII itu sendiri,
untuk kemudian Kader memahami akan nilai kataqwaan pada masing-masing individu.
Intelektual adalah sebuah istilah dimana keharusan akan kapasitas dan
kompetensi intelektual Kader harus berdaya dan benar-benar difungsikan, baik
sesuai disiplin ilmu yang dibidangi atau yang lainnya untuk kemudian dapat
menjawab dinamika organisasi dan hal kemasyarakatan yang ada. Profesional juga
suatu hal yang harus dipahami oleh tiap Kader PMII, dalam arti profesionalitas
lah yang nantinya akan membangun konstruk sosial yang baik untuk lokus sektoral
maupun global.
Dalam semua poin Trilogi
PMII tersebut sudah sangat jelas bahwa, hal tersebut merupakan sesuatu yang
fundamental bagi pola gerak dan pemikiran yang mana pada saat ini telah
terindikasi adanya pereduksian pola pikir dan gerak Kader secara substansial
maupun esensial.
Untuk maksud
tersebut, maka segenap pengurus pergerakan mahasisiwa islam Indonesia
Komisariat
Institut Agama Islam (IAI) Ngawi
Cabang Ngawi, mengadakan
pelatihan yang dibungkus dalam Pelatihan Kader Dasar (PKD).Pelatihan ini diadakan selama tiga hari dan di laksanakan di kampus IAI Ngawi jl.ir.Soekarno no.99 Ngawi.
Peserta yang mengikuti PKD ini bukan hanya berasal dari lokal ngawi saja,akan tetapi juga ada sebagian pesarta yang berasal dari luar ngawi,seperti tulungagung,trenggalek,solo,pacitan dsb.Jumlah peserta yang mengikuti PKD sekitar 40 orang.(jol/2/3/2018)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar