Selasa, April 17, 2018

Peringatan Isro' Mi'roj dan Harlah PMII ke-58 ala Komisariat IAI Ngawi














(17/04/18)
       Isra’ Mi’raj di kenal oleh umat islam sebagai perjalanan semalam Nabi Muhammad SAW yang mendapat perintah dari Allah SWT untuk menjalankan salat lima waktu dalam sehari semalam. Dalam dunia perkampusan bisa di umpamakan isro’ mi’roj itu ibarat ujian skripsi, malaikat jibril sebagai pembimbing, Allah SWT sebagai rektor, dan sholat 5 waktu sebagai ijazah, dengan perumpamaan tersebut perlu di ketahui bahwa untuk menggapai sesuatu yang kita inginkan harus ada perjuangan yang di tempuh dengan semangat totalitas, terlebih bagi orang-orang yang menyebut dirinya sebagai warga pergerakan harus rela berkorban dan berjuang dengan sepenuh hati guna mencapai apa yang di cita-citakan selama ini.
    Masih dalam kehangatan hari besar islam itu, pengurus komisariat PMII IAI Ngawi mengadakan peringatan isro’ mi’roj sekaligus harlah PMII ke 58, karena kedua acara tersebut merupakan momen besar untuk sahabat PMII seluruh Indonesia yang bertepatan pada hari itu juga, acara yang terlaksanakan di auditorium kampus IAI itu di partisipasi oleh kurang lebih 50 undangan dari BEM se-ngawi, seluruh komisariat PMII kabupaten Ngawi, Pengurus Cabang PMII Ngawi, dan juga beberapa dosen IAI Ngawi yang salah satunya ialah MABINKOM komisariat IAI Ngawi.
    Acara tersebut turut serta di meriahkan oleh grup sholawat gabungan dari beberapa anggota komisariat se-Ngawi dan juga di adakan proses pemotongan tumpeng untuk meperingati harlah PMII yang ke-58, “Anggota PMII harus punya militansi yang kuat untuk menghadang segala musuh yang berbasis islam fundamentalisme dan liberalisme keagamaan”, tukas bapak Abdilah Halim sebagai salah satu MABINKOM komisariat IAI Ngawi, beliau berpesan karena jika basis islam yang seperti itu di biarkan maka tidak akan lama lagi bangsa ini akan sirna. “Namun misi paling penting bagi individual maupun organisasi warga pergerakan haruslah dapat menjadi seorang penggerak yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain.”, pungkasnya sambil tersenyum ramah karena teringat sebuah tulisan di tembok pasar yang sempat menarik perhatiannya.(doc.hlk/jol)


2 komentar: